Subdomain Situs Dewan Pers Diretas , Pelaku Kritik Pemerintah Negeri Ini

Subdomain Situs Dewan Pers Diretas , Pelaku Kritik Pemerintah Negri Ini

Baru baru ini situs dewan pers di retas oleh hacker berkode nama T1D4K D1k3N4L pelaku berhasil masuk ke subdomain milik dewan pers dan menyampaikan kritik atau sindiran untuk pemerintah indonesia.

Pelaku memang tidak meretas domain utama milik dewan pers  melainkan subdomain namun dengan meretas subdomain milik dewan pers pelaku berhasil membuktikan bahwa ia berhasil masuk secara ilegal di subdomain tanpa sepengetahuan admin web tersebut.

Ada 3 subdomain yang di retas inilah daftar subdomain milik dewan pers yang disusupi hacker tersebut

https://aduanpers.dewanpers.or.id/

https://ahlipers.dewanpers.or.id/

https://sertifikasi.dewanpers.or.id/

nampak sewaktu kita membuka situs tersebut tampilan normal namun sewaktu kalian menambahkan akhiran di belakang url maka akan muncul file pelaku

https://aduanpers.dewanpers.or.id/assets/

https://ahlipers.dewanpers.or.id/assets/

https://sertifikasi.dewanpers.or.id/assets/

Pelaku juga menyampaikan kritikan ke pemerintah dengan nada yang kasar dan inilah pesan yang di sampaikan

Pemerintah Ta! Pemerintah Harusnya Merakyat Bukan Memperkaya Diri…

nampaknya pelaku kesal dengan pemerintah kami sendiri tidak tahu apa yang terjadi namun sepertinya pelaku misuh,tidak hanya itu ternyata pelaku berasal dari kelompok team PsychoXploit Team.

Motif nya sendiri sepertinya untuk menghina pemerintah yang korupsi dan tidak di hukum mati dan kritikan pedas ini sepertinya memiliki unsur politik didalam nya.

Pelaku juga menyisipkan gmail pribadi miliknya T1D4KD1K3N4L@gmai.com sepertinya pelaku sengaja melampirkan alamat gmail pribadinya agar admin menghubungi email tersebut agar pihak admin tahu bahwa ia berhasil meretas subdomain milik dewan pers.

Untuk sekarang file tersebut masih ada dan masih bisa kita lihat , nampaknya admin belum mengetahui peretasan tersebut.

semoga saja pihak admin segera memperbaiki dan menutup celah yang ada agar tidak terjadi peretasan kembali.

Arif Wibowo Hidayatullah
" Merangkai Sebuah Kata Itu Sangatlah Mudah, Tapi.. Merangkai Sebuah Mimpi Itu Sangatlah Sulit..." (Arif Wibowo)